BLOGGER TEMPLATES Funny Pictures

Sabtu, 07 April 2012

Demo Kenaikan BBM 2012 dengan HAM

Seperti yang telah kita ketahui, pada akhir Maret terjadi aksi demo menentang kenaikan BBM yang rencananya akan mengalami kenaikan harga pada 1 April 2012. Demo ini menuai banyak pro dan kontra dalam pelaksanaannya, satu sisi membela kesejahteraan rakyat kecil yang makin terhimpit apabila terjadi kenaikan BBM yang berdampak pada kenaikan harga - harga barang secara menyeluruh (inflasi) dan satu sisi lainnya harus dinodai dengan aksi anarkis para demonstran dengan pihak Polisi yang menjaga keamanan area demo.
Memang demonstrasi merupakan HAM sesuai dengan Pasal 28E ayat 3 UUD 1945 "Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat." , tetapi tidak dengan disertai tindakan - tindakan anarkis seperti yang telah terjadi pada saat itu, seperti yang kita saksikan di media massa, dimana pos - pos Polisi dan mobil - mobil polisi dirusak bahkan sampai dibakar, jelas sekali perbuatan tersebut sudah diluar kriteria demonstrasi yang tertib, apalgi aman, karena sudah melakukan perbuatan yang meresahkan, merugikan, dan mengganggu keamanan lingkungan. Maka sewajarnya Polisi menindak para demonstran dengan prosedur penambakan water canon, gas air mata, atau sampai mengambil tindakan keras lainnya guna melindungi diri dari serangan para demonstran. Dalam hal ini perlu kebijaksanaan dalam memandang permasalahan yang terjadi, Polisi juga sama seperti para demonstran dan warga Indonesia lainnya, yang mungkin berharap tidak terjadinya kenaikan BBM. Tapi perlu di ingat, ketika para anggota Polisi tersebut mengalami tekanan dan ancaman pada dirinya, mereka punya prosedur pengamanan dan penertiban, tidak langsung mengambil tindakan yang anarkis juga. Bentrokan antara Polisi dan Demonstran ini adalah puncak dari emosi yang meluap, karena salah satu pihak tetap anarkis, bahkan makin menjadi - jadi sehingga keadaaan tidak terkendali Polisi semakin tertekan dan terpaksa melakukan tindakan keras lainnya.
Maka dari itu, janganlah menunjuk siapa yang salah dan siapa yang benar, sebagai warga negara yang berpendidikan, pintar -pintarlah mencerna suatu permasalahan yang terjadi sebelum menghakimi, jangan mudah tersulut kata - kata provokasi yang mungkin berpihak pada satu sisi kepentingan saja.
Bangsa ini tidak akan menjadi besar apabila pola pikir rakyatnya hanya bermental adu otot dan emosi semata, mari bersama - sama menciptakan kedamaian, kerukunan, dan kesejahteraan agar tercipta Indonesia yang lebih baik !